Sudahkah Anda Membayar Zakat Fitrah ? Berikut Ketentuannya !!!





Membayar zakat fitrah sudah menjadi kewajiban bagi orang muslim sebelum bulan ramadhan ini beraakhir, kenapa ? Sebab, zakat fitrah merupakan salah satu zakat untuk mensucikan mensucikan diri kita sebelum kita memasuki hari yang fitri, yakninya hari raya idul fitri.

Zakat fitrah ini merupakan salah satu dari jenis zakat yang wajib dikeluarkan oleh kaum muslimin dan muslimat yang mardeka dan memiliki kemampuan untuk membayarkan zakat, yang dimana mengenai ketentuan dan jadwalnya telah ditentukan berdasrkan syariat islam. Perlu diketahui juga kalau zakat fitrah merupakan salah satu rukun islam.

Membayarkan zakat firah memang menjadi kewajiban bagi seluruh orang muslim, baik laki-laki maupun perempuan, namun sebelum anda membayarkan zakat fitrah juga perlu ada syarat yang harus anda penuhi sebelum membayarkannya, apabila sakah satu syaratnya tidak terpenuhi, maka anda tidak diwajibkan untuk membayarkan zakat fitrah, apa saja syaratya ?

Syarat-Syarat Zakat Fitrah 

I. Syarat Orang Wajib Zakat Fitrah

    1. Beragama islam dan mardeka, bagi orang non muslim dan budak tidak mempunyai kewajiban            untuk membayarkan zakat fitrah.
    2. Menemui dua waktu yaitu diantara awal bulan ramadhan dan bulan syawal, boleh dikatakan                zakat fitrah wajib dibayarkan pada saat bulan ramadhan dan batasnya sebelum shalat idul fitri.
    3. Mempunyai harta yang berlebih untuk kebutuhan sehari-hari untuk dirinya dan orang-orang                yang menjadi tanggungannya pada hari raya dan malammnya.

II. Syarat bagi orang yang tidak diwajibkan membayar zakat fitrah

    1. Orang yang meninggal sebelum terbenam matahari pada akhir ramadhan.
    2. Anak yang lahir setelah terbenam matahari pada akhir ramadhan.
    3. Orang yang baru memeluk agama islam setelah terbenanmmnya mataharipada akhir bulan                  ramadhan.
    4. Tanggungan istri yang baru saja dinikahi setelah matahari terbernam pada akhir ramadhan.

Nah apabila anda sudah memenuhi seluruh syaratnya maka anda di wajibkan membayar zakat fitrah, apabila salah satu syarat saja tidak cukup, maka anda dapat dikategorikan tidak wajib membayarkan zakat fitrah. Nah muncul pertanyaan apakah orang yang terlilit hutang wajib membayar akat fitrah? jawabannya yaitu tidak, kita merujuk kepada syarat mampu tadi, sebab untuk membayar hutang dia saja tidak mampu, maksud terlilit hutang disini adalah orang yang memang kehidupaannya kurang beruntung dalam hal finansial, maka dari itu dia tidak diwajibkan untuk membayarkan zakat fitrah. lain hal dengan orang yang berhutang untuk modal usaha,kalau orang yang berhutang untuk modal usaha maka orang tersebut tetap wajib membayarkan zakat fitrah.

Kapankah Waktu Pembayaran Zakat Fitrah ?

Berikut waktu yang tepat untuk membayarkan zakat fitrah :







  • Waktu Harus: bermula dari awal bulan Ramadhan sampai akhir bulan Ramadhan.
  • Waktu Wajib: setelah matahari terbenam pada akhir bulan Ramadhan.
  • Waktu Afdhal: setelah melaksanakan solat subuh pada hari akhir Ramadhan sampai sebelum      mengerjakan sholat idul fitri.
  • Waktu Makruh: melaksanakan sholat idul fitri sehingga sebelum terbenam matahari.
  • Waktu Haram: setelah matahari terbenam pada hari raya Idul Fitri.


  • Nah Itu dia waktu pembayaran zakat fitrah, apabila anda ingin membayarkan zakat fitrah alangkah baiknya anda membayaarkannya tepat waktu, sebab kalau terlambat, nanti anda bakal masuk ke waktu haram membayar zakat fitrah, jangan sampai terlambat ya.

    Setelah mengetahui kapan waktunya, sudahkah anda mengetahui orang-orang yang pantas menerima zakat fitrah, tidak sembarangan orang yang berhak menerima zakat ya, semuanya sudah diatur dalam alqur'an. Ayat yang mengatur mengenai mustahiq zakat yaitu terdapat dalam surat AT-TAUBAH ayat 60.

    Berikut Mustahiq zakat/ orang-orang yang berhak menerima zakat fitrah berdasarkan surat at-taubah ayat 60.

    1. Fakir Miskin

     Yang pertama adalah orang fakir, yaitu orang yang tidak mempunya harta dan pekerjaan sama sekali. Atau orang yang menghasilkan uang namun tidak mampu menutupi kebutuhannya, contohnya orang yang memerlukan uang 2.000.000 namun ia hanya menghasilkan 500.000.

     Sementara itu miskin dapat diartikan orang yang mempunyai harta dan pekerjaan namun semua itu tidak bisa mencukupi kebutuhannya. Dari mulai sandang, pangan dan juga papan.

     2. Amil Zakat

     Amil zakat yaitu orang yang dipekerjakan oleh pemerintah atau lembaga khsusus zakat yang disetujui oleh pemerintah guna mengurusi penarikan zakat dan pembagiannya.

    Untuk menjadi seorang amil zakat juga bukan sembarangan orang, adapun syarat untuk menjadi Amil Zakat ialah :
    • Orang muslim, selain muslim tidak boleh menjadi amil zakat
    • Orang yang sudak akil baligh, orang yang belum cukup umur dan gila tidak boleh menjadi amil zakat
    • Orang yang jujur, karena tugasnya untuk mengurusi harta banyak umat muslim, makan kejujuran menjadi syaratnya.
    • Paham tentang hukum zakat.
    3. Mu’allaf

     Yang di maksud orang mualaf adalah yang termasuk dari 4 golongan berikut ini:
    • Orang yang baru masuk Islam dan niatnya masih lemah, maka dia berhak diberikan zakat agar hatinya makin teguh dengan Agama Islam.
    • Orang Islam yang memiliki pengaruh terhadap kaumnya, sehingga jika saja dia diberikan zakat, diharapkan kaumnya bisa memeluk Islam.
    • Orang-orang Islam yang memrangi orang yang tidak mau men-zakatkan hartanya, sehingga mereka membaawa zakat orang-orang tersebut kepada pemerintah, maka mereka berhak menerima zakat.
    • Orang-orang Islam yang memerangi kaum kafir pemberontak yang hidup dekat dengan tempat tinggal mereka, maka mereka berhak menerima zakat.
    4. Riqab

    Di zaman Rasullullah SAW, seorang budak telah menjadi makanan sehari-hari untuk diperlakukan secara tidak manusiawi. Oleh karena itu, riqab atau secara bahasa berarti memerdekan budak menjadi salah satu sasaran penerima zakat yang berhak menurut Al Quran.

    5. Gharim dan Gharimin ( orang yang terlillit hutang )

     Orang yang terlilit hutang berhak menerima zakat selama hutangnya bukan untuk maksiat. Lebih jelasnya, mereka digolongkan menjadi empat:
    • Orang yang berhutang untuk dirinya sendiri, dengan tujuan memakainya untuk sesuatu yang mubah, bukan untuk maksiat. Bila hutangnya digunakan untuk sesuatu yang melanggar agama, minum khamr misalnya, maka tidak berhak menerima zakat untuk melunasi utangnya.
    • Orang yang berhutang guna memadamkan api fitnah antara dua golongan yang bertikai.
    • Orang yang berhutang untuk kepentingan ummat, contohnya untuk bangun masjid, pesantren, madrasah dan lain-lain.
    • Orang yang melakukan hutang untuk menjamin seseorang dan yg dijaminnya tidak bisa membayar hutangya, atau bisa namun tidak bertanggung jawab, maka ia berhak mendapatkan zakat untuk emmbayar utangnya.
    Perlu anda ketahui kadar yang diberikan adalah kadar yang membebaskan hutangnya.

    6. Fisabilillah

    Seorang fisabilillah atau orang yang sedang berjuang dijalan allah berhak menerima zakat untuk membantu mereka selama berperang membela agama Allah.

    7. Ibnu Sabil ( Orang yang sedang dalam perjalanan )

    Orang yang sedang dalam perjalanan juga berhak menerima zakat fitrah, golongan tersebut adalah orang yang sedang dalam perjalanan namun mereka kehabisan bekal untuk melanjutkan perjalannya. dan terlepas dari golongan mampu.

    Nah itulah golongan yang berhak menerima zakat, jadi gak bingung lagi kan kemana dan kepada siapa harus membayar zakat.

    Berapakah Kadar Untuk Membayar Zakat Fitrah ?

    Mengenai kadar zakat fitrah yaitu yang diberikan adalah berdasarkan kebutuhan pokok kita yaitu beras putih yang kita makan, mengenai banyaknya yaitu sebanyak 2,720 kg. nah hal itu juga ada kebanyakan orang yang menggantinya dengan uang yaitu seharga beras sebanyak kg tersebut. biasanya penetapan banyaknya zakat fitrah yang harus dikeluarkan ini berbeda setiap tahunnya, jadi saya tidak bisa memastikan berapa ukuran pastinya, mengenai hal itu silahkan anda pantengin terus badan amil zakat, karena badan amil zakatlah yang menetapkan kadar zakat setiap tahunnya.


    Nah temen-temen itulah ketentuan-ketentuan zakat fitrah yang harus anda ketahui sebelum anda membayarkan zakat fitrah, jadi sekarang sudah tidak ragu lagi ya teman-teman, dan jangan lupa ya untuk membayar zakat fitrahnya, karena tidak puasa kita kalau kita tidak membayarkan zakat fitrah.

    Cukup sekian dulu ntuk postingan kali ini, semoga postingan ini bermanfaat ya, dan kalau ada yang masih diragukan jangan sungkan untuk bertanya ya guys, silahkan tulis komentar anda di kolom komentar ya.

    Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel